Rabu, 01 April 2009

Games Anak (BOF)

A. DASAR-DASAR
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan. Karena pada dasarnya manusia adalah homo ludens yaitu makhluk yang suka bermain.
Bermain masih berkonotosi negatif. Sebagian orang berpendapat bahwa bermain adalah kegiatan yang tidak berguna dan menjadikan anak malas untuk bekerja dan belajar. Anggapan seperti itu tidaklah tepat karena justru dengan bermain akan menimbulkan kreativitas pada anak, mengembangkan tingkah laku sosial anak, dan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.
Anak juga diketahui sangat jatuh cinta pada dunia. Umumnya perspektif mereka selalu cerah dan jarang merasa bosan karena mereka selalu belajar dan melakukan apa saja. Dengan bimbingan, anak mempunyai kesempatan menjelajah berbagai hal yang baru dan menakjubkan.
Dengan permainan, akan dapat tercipta lingkungan pengayaan bagi anak yang bisa membantunya berkembang dan mencapai potensi tertingginya. Dari segi perkembangan, otak anak diprogram untuk mengambil segala jenis rangsangan dari lingkungannya; beragam hubungan sedang dibentuk yang kelak mempengaruhi kemampuannya dalam belajar.
Mengapa permainan? Yang pertama, permainan adalah bagian yang menyenangkan dari hidup. Yang kedua, permainan akan menyiapkan tahap bagi anak untuk:
1. Mengikuti perintah
2. Menyimak
3. Bekerja dan bermain dengan orang lain
4. Bergiliran
5. Memperoleh keterampilan sosial
6. Mempertinggi kemampuan bahasa
7. Membangun kesiapan untuk membaca
8. Mengurutkan benda-benda dan peristiwa
9. Meningkatkan keterampilan berpikir kognitifnya
10. Meningkatkan mutu keterampilan motor kasar dan halusnya
Banyak-meskipun tidak semua-permainan dianggap sebagai lomba, dengan pemenangnya akan diumumkan pada akhir permainan. Lagi pula, masyarakat kita menghargai kompetisi, sekaligus sportivitas dan mencoba mengajarkan anak-anak bermain demi kecintaan pada permainan itu. Landasan kompetisi dan sportivitas di masa depan tersebut dapat dibentuk dengan melakukan hal-hal berikut:
1. Jadikan kemengan sebagai wujud penguasaan, bukan keunggulan atas orang lain.
2. Menerima kemenangan ala kadarnya.
3. Mengajarkan sportivitas dengan meminta para pemain saling menghargai usaha temannya.
4. Memainkan beberapa putaran permainan tanpa mencari pemenang.
5. Mengajarkan menerima kekalahan secara positif dengan berbicara pada diri sendiri.
Dalam setiap permainan, penghargaan bisa diberikan kepada anak untuk memberikan umpan balik atau sebab akibat, sehingga anak tahu lebih baik melakukan pekerjaan dengan baik daripada dengan tidak baik. Jangan kuatir bahwa penghargaan akan “memanjakan” si anak. Penghargaan berbeda dengan hadiah. Penghargaan membuat anak sadar bahwa ada konsekuensi positif dari perilaku yang baik.
Langkah-langkah kemajuan anak sekecil apa pun pantas mendapatkan penghargaan. Bagi anak, perihal paling sederhana bisa menjadi sebuah upaya yang luar biasa besar.


B. PERMAINAN
Permainan dalam literatur ini dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan, dan dapat dimodifikasi atau disesuaikan dengan bahan ataupun keadaan lingkungan. Beberapa permainannya antara lain:
1. Membedakan Rasa
Bahan/alat Kain penutup mata, bermacam makanan, dan baki.
Teknis a. Siapkan nampan dengan setidaknya enam jenis makanan di atasnya.
b. Fasilitator memanggil satu per satu peserta dan memasangkan penutup mata.
c. Fasilitator mengambil makanan, kemudian menyuruh peserta untuk memakannya.
d. Peserta diminta untuk menebak makanan apa yang dimaksud.
e. Selanjutnya bergantian peserta lain untuk mencoba.
f. Pemain yang paling banyak menebak adalah pemenangnya.
Catatan Sesuaikan umur anak dengan tingkat kesulitan jenis makanannya.

2. Berburu Ikan
Bahan/alat Ember besar (dangkal), ember kecil, ikan kecil, dan jaring ikan mini.
Teknis a. Persiapkan ember besar berisi ikan di garis start dan ember kecil di garis finish.
b. Peserta dibekali jaring ikan (saringan) mini untuk menangkap ikan.
c. Peserta diminta untuk menangkap ikan di ember besar dengan jaing mini, kemudian dibawa lari menuju ember kecil.
d. Jika ikan jatuh, maka fasilitator akan mengambilnya untuk ditempatkan lagi di ember besar.
e. Kelompok yang paling banyak mengumpulkan ikan adalah pemenangnya.
Catatan Tentukan waktunya, misalkan 10 menit.

3. Gelinding Bola
Bahan/alat Kardus besar, meja/papan, dan bola (tenis).
Teknis a. Siapkan meja/papan yang di salah satu ujungnya ditempatkan kardus dibawahnya.
b. Peserta pergiliran diminta menggelindingkan bola dari ujung meja yang satu ke ujung meja yang lain, sehingga bola jatuh tepat di dalam kardus yang ada di bawah ujung meja.
c. Jika bola tidak jatuh tepat di dalam kardus, maka harus diulang dari awal.
d. Kelompok yang mengumpulkan bola di dalam kardus paling banyak adalah pemenangnya.
Catatan Tentukan waktunya, misalkan 10 menit.

4. Bentuk Wajah
Bahan/alat Kertas potongan dari gambar wajah (rambut, mata, telinga, dls), isolasi bolak balik, kardus, dan lembaran triplek.
Teknis a. Siapkan potongan kertas yang bergambar bagian dari wajah di dalam kardus.
b. Pasangkan isolasi bolak balik di papan triplek.
c. Peserta diminta menyusun potongan kertas bergambar bagian wajah tersebut dengan cara menempelkannya di papan triplek.
d. Peserta yang paling cepat menyusun potongan sehingga berbentuk wajah adalah pemenangnya.
Catatan Sesuaikan tingkat kesulitan bentuk wajah dengan usia peserta.


5. Apa Pasangannya?
Bahan/alat Benda-benda berpasangan, seperti kaus kaki, sarung tangan, sepatu kain (bayi), dls.
Teknis a. Pisahkan masing-masing pasangan benda di dalam dua kardus.
b. Tempatkan masing-masing kardus di garis start dan finish.
c. Fasilitator berurutan menunjukkan salah satu pasangan benda ke peserta.
d. Peserta kemudian berlari untuk mencari dan mengambil benda pasangannya untuk diserahkan ke fasilitator.
e. Bergantian peserta melakukan hal itu.
f. Peserta yang paling cepat mengumpulkan pasangannya adalah pemenangnya.
Catatan a. Sesuaikan tingkat kesulitan pasangan benda dengan usia anak.
b. Untuk menghemat benda yang dimainkan, setiap satu putaran boleh menyertakan 2/3 orang sekaligus.

6. Memindahkan Air
Bahan/alat Ember, air, dan gelas plastik (bekas air mineral).
Teknis a. Letakkan dua ember terpisak antara 7-10 meter, yang satu berisi air dan yang satunya kosong.
b. Peserta diminta memindahkan air dari ember pertama ke ember kedua dengan menggunakan gelas plastik.
c. Kelompok yang paling banyak memindahkan air adalah pemenangnya.
Catatan Ember kedua usahakan yang transparan, sehingga bisa dilihat dari luar batas tinggi airnya.

7. Lempar Bola
Bahan/alat Bola warna warni dan ember/kardus.
Teknis a. Letakkan beberapa bola di dalam ember/kardus.
b. Tempatkan ember/kardus lain di depan peserta dengan jarak sekitar 2-3 meter.
c. Buat garis batas di depan peserta.
d. Fasilitator meminta peserta untuk melemparkan bola ke ember/kardus yang ada di depannya, dengan posisi kaki tidak bolah melewati garis batas.
e. Kelompok yang paling banyak memasukkan bola ke dalam ember/kardus adalah pemenangnya.
Catatan Sesuaikan jarak lemparan dengan usia peserta.

8. Pesawat Ulang Alik
Bahan/alat Tali/benang senar dan kertas dibentuk pesawat terbang.
Teknis a. Tiap tim disediakan bentangan tali/benang senar setinggi kepala pemain dari garis awal sampai akhir, lalu digantungkan di tali tersebut sebuah pesawat kertas yang bisa digeser-geser.
b. Tiap tim berdiri berderet ke belakang sebagian di garis awal dan sebagian di garis akhir.
c. Para pemain berusaha menggeser pesawat kertas dengan cara meniupnya hingga garis akhir, dan bergantian dengan pemain lain untuk berbalik meniup sampai kembali ke garis awal.
d. Proses dilanjutkan ke pemain berikutnya, sampai semua pemain melakukan hal yang sama.
e. Saat menggeser, tidak boleh dibantu oleh tangan.
f. Pemenangnya adalah tim yang seluruh pemainnya berhasil melakukan proses paling dulu.
Catatan Jika dirasa meniup terlalu sulit, bisa diganti dengan mengipasinya menggunakan potongan kardus/kipas.

9. Rantai Jepitan
Bahan/alat Jepit jemuran, baskom, air es, tali rafia, dan meja.
Teknis a. Tim diberikan jepit cucian sesuai dengan jumlah anggotanya. Jepit kemudian dimasukkan dalam baskom yang berisi air es dan diletakkan di atas meja garis awal.
b. Tali rafia digantungkan dalam bentangan tali panjang di garis akhir.
c. Tiap tim berdiri berderet ke belakang di garis awal.
d. Para pemain lalu satu persatu mengambil satu jepitan dengan mulut (tidak boleh pake tangan) dan menuju garis akhir memasang jepit yang di mulut tadi ke tali yang digantung.
e. Selama proses itu, jepitan tidak boleh jatuh. Jika jatuh maka harus dimulai dari awal.
f. Pemenangnya adalah tim yang pemain terakhirnya sampai lebih dulu.
Catatan Bisa tanpa menggunakan air es, jika dianggap terlalu berat buat anak-anak.

10. Bagi-bagi Kelereng
Bahan/alat Kelereng
Teknis a. Tiap tim mendapat 5 buah kelereng dan dipegang pemain pertama.
b. Tiap tim beridiri berderet ke samping dan telapak tangan kiri terbuka (posisi siap menerima sesuatu).
c. Para pemain pertama meletakkan kelereng di telapak tangan kiri pemain kedua, lalu tangan kanan pemain kedua mengambil kelereng tersebut dan mengalihkannya ke pemain ketiga. Begitu seterusnya sampai pemain terakhir.
d. Posisi penerima kelereng adalah tangan kiri, dan harus diambil dengan tangan kanan, tidak boleh dari tangan kiri langsung ke pemain berikut.
e. Selama bergulir, kelereng tidak boleh jatuh, sebab jika jatuh harus diulang dari awal,
f. Pemenangnya adalah tim yang kelerengnya paling cepat sampai ke pemain terakhir.
Catatan Jumlah kelereng sesuaikan dengan kemampuan tangan anak untuk dapat menggenggamnya.

11. Pensil Goyang
Bahan/alat Pensil, tali, dan botol.
Teknis a. Tiap tim mendapat sebuah pensil, sebuah botol, dan 10 m tali (dibagi 5). Botolnya ditaruh digaris akhir.
b. Salah satu ujung tali diikatkan ke pensil, lalu ujung tali yang satunya diikatkan di celana bagian belakang semua pemain (kecuali pemimpin). Jadi posisi pemain membelakangi pensil yang ada di tengah.
c. Satu pemain lain dalam tim menjadi pemimpin yang mengarahkan kerja tim.
d. Semua tim bergerak menuju tempat botol diletakkan. Mereka harus memasukkan pensilnya ke dalam botol dengan diarahkan oleh pemimpin tim.
e. Selama bermain, tali tidak boelh putus, sebab jika putus berarti gugur.
f. Pemenangnya adalah tim yang lebih dulu berhasil memasukkan pensil ke dalam botol.
Catatan Jika usia anak dianggap terlalu sulit untuk memasukkan ke dalam botol, maka botol bisa diganti oleh media lain misal: toples.

12. Membalik Botol
Bahan/alat Botol
Teknis a. Tiap tim berdiri berderet di garis start dan mendapat beberapa botol yang diletakkan dengan posisi berdiri di garis akhir.
b. Para pemain pertama segera menuju garis akhir untuk membalik botolnya sehingga posisi kepala botol harus dibawah, dan ia kembali ke garis awal untuk dilanjutkan pemain berikutnya, dengan posisi botol dibalik lagi. Begitu seterusnya sampai seluruh pemain mendapat giliran.
c. Selama proses berlangsung, botol tidak boleh jatuh. Jika jatuh, maka harus diulang oleh pemain tim yang bersangkutan.
d. Pemenangnya adalah tim yang semua pemainnya telah melakukan tugasnya dengan benar dan paling cepat.
Catatan a. Sesuaikan jumlah botol dengan jumlah peserta.
b. Sesuaikan bentuk botol dengan usia peserta.

13. Mengangkat Bersama
14. Pijat, Palu, Babat
15. Si Buta Main Puzzle
16. Buah Apel
17. Berdiri Bersama
18. Anak Pedalaman
19. Ular Sendok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar